BRMP Kalteng Kawal Produksi Benih Padi Bermutu melalui Monitoring Intensif
KOTAWARINGIN TIMUR – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah terus memperkuat pengawalan produksi benih padi melalui kegiatan monitoring dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di lahan penangkar benih Kelompok Tani Sungai Bonot, Desa Kota Besi Hilir, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (25/7/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pertanaman benih sumber tetap tumbuh optimal sehingga mampu menghasilkan benih padi bermutu. Monitoring menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas benih sejak fase pertumbuhan hingga panen.
Memasuki musim kemarau, sebagian areal pertanaman mulai mengalami keterbatasan air. Selain itu, tanaman yang memasuki fase vegetatif hingga generatif berpotensi mengalami serangan OPT yang dapat menurunkan kualitas maupun hasil produksi benih.
Sebagai langkah antisipasi, BRMP Kalimantan Tengah bersama para pemangku kepentingan melakukan pengairan lahan menggunakan pompa air serta Gerakan Pengendalian (Gerdal) OPT melalui penyemprotan pestisida secara serentak.
Kegiatan ini melibatkan BRMP Kalimantan Tengah, Koordinator Penyuluh Kecamatan Kota Besi, Penyuluh Pertanian Lapangan, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Laboratorium Pengendalian Hama dan Penyakit (LPHP) Kabupaten Kotawaringin Timur, serta Kelompok Tani Penangkar Sungai Bonot.
Melalui monitoring dan pengendalian yang dilakukan secara berkelanjutan, BRMP Kalimantan Tengah berharap pertumbuhan tanaman tetap optimal, serangan OPT dapat ditekan, serta produksi benih padi bermutu tetap terjaga guna mendukung ketersediaan benih unggul bagi pengembangan pertanian di Kalimantan Tengah.